Arema Akan Bikin Sulit Cerezo Raih Poin

Miroslav Janu Optimis, Bustomi Dkk Beri Hasil Maksimal
01.03.2011 21:34

Pelatih Arema Indonesia Miroslav Janu menyatakan optimis bisa membawa tim asuhanya memperoleh hasil yang bagus selama berkiprah di ajang Liga Champion Asia (LCA) musim ini.
Menurut Pelatih berkebangsaan Republik Ceska ini, dirinya sudah tiga kali mendampingi tim asal Indonesia berlaga di even tertinggi tingkat Asia ini. Dari segudang pengalaman mendampingi tim berlaga di LCA, lanjut Miro, akan berusaha memberikan yang terbaik bagi Aremania.

"Saya ada tiga kali bersama tim di Liga Champion Asia, tahun 2004 sama PSM, tahun 2007 dan 2011 dengan Arema Indonesia," beber Miroslav janu.

Meski begitu, Miro mengakui jika tim dari Indonesia masih kalah kelas bila dibandingkan dengan tim-tim Asia yang berasal Jepang, Korea, Australia dan China. Selain perbedaan kasta, menurut Pelatih berusia 54 tahun itu, Arema Indonesia tidak bisa sepenuhnya tampil fullteam. Sebab, empat pemain intinya masih memperkuat Tim Nasional Indonesia U-23 di ajang pra olimpiade, yakni, Kurnia Meiga, Johan Ahmad La-Farizi, Dendi Santoso dan Yongki Aribowo.

"Kita hampir tampil fullteam, empat pemain ikut Timnas U-23 tidak bisa perkuat tim," jelas mantan Pelatih Slavia Praha ini d.alam konferensoi Pers jelang pertandingan.

Selain itu, ada beberapa pemain Arema Indonesia yang tidak memiliki pengalaman bermain di level internasional. Bahkan ada juga, pemain yang baru merasakan pertama kali terbang ke luar negeri. Meski begitu, tetap tidak mengurangi optimisme Bustomi dkk untuk membawa pulang poin ke Malang.

Miro menjelaskan, skuad Arema Indonesia sudah dipersiapkan dengan matang selama dua minggu untuk menghadapi tuan rumah Cerezo Osaka di Nagai Stadium, Rabu (02/03) malam waktu setempat. "Timnya persiapan dua minggu, berusaha tampil maksimal besok," akunya.

Disamping menjelaskan tentang kondisi Singo Edan, Miroslav Janu juga mengaku telah mengetahui kondisi dan kualitas pemain - pemain Osaka. Kata bapak dua anak ini, Ia memperoleh informasi dari internet dan dari Aremania yang berada di Osaka. "Saya dan asisten tidak ke Osaka, tidak seperti wakil Osaka yang datang ke Malang untuk lihat pertandingan dan stadion. Saya tahu pemain Osaka banyak keluar, Andriano. Cerezo banyak pemain baru," katanya.

Menurut pelatih yang pernah menukangi tim kebanggaan Aremania di tahun 2007 lalu ini. Masa recovery yang di miliki Cerezo Osaka lebih banyak di bandingkan dengan anak didiknya. "Cerezo main terakhir, Desember, Arema baru selesai bertanding di setengah musim, Arema terakhir main 10 Pebruari. Ini bagus buat Arema," terang Miro.

Sementara, Noh Alam Shah, Kapten tim Arema Indonesia dalam jumpa pers mengatakan timnya datang bukan untuk berlibur. Namun ditegaskan pemain asing asal Singapura ini, akan berusaha maksimal dengan membuat tim lawan kesusahan meraih kemenangan dari Arema Indonesia. "Tim akan menjadikan sulit bagi tim lain untuk merebut poin," sumbar Along panggilan akrab Noh Alam Shah.

Selain itu, menurut Along dari ajang LCA ini, banyak pemain Arema yang mendapatkan pengalaman berharga. Diantaranya, lawan - lawan yang akan di hadapi memiliki kualitas lebih baik. "Kami (pemain,red) mendapatkan pengalaman bagus di LCA, lawan berkualitas, kondisi stadion yang bagus, lapangan dengan rumput yang bagus," jelas Along.

Jelang pertandingan, Arema Indonesia memiliki kesempatan selama dua kali untuk melakukan uji coba lapangan di Nagai Stadium tempat berlangsungnya pertandingan. Panitia lokal, memberikan tenggang waktu selama satu jam yakni mulai pukul 19.00 waktu setempat.

Dalam sesi latihan itu, Miroslav Janu membekali anak asuhnya dengan materi internal game, kosentrasi penyelesaian akhir lewat tendangan sudut, dan eksekusi tendangan pinalti. Pada sesi terakhir ini, mantan pelatih PSM Makasar tersebut menyiapkan tiga eksekutor, yaitu Roman Chmelo, Esteban Gullien dan Noh Alamshah. (***)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar