2009/10 Player Review: Iswan Karim
21 June 2010
Review dan rapor pemain Arema Indonesia 2009/10 edisi pertama: Iswan Karim.
Ketika ditinggalkan kiper nomor satu timnas Indonesia, Markus Haris
Maulana (Markus Horison) pada jeda kompetisi Liga Super Indonesia
2009/10, Arema menyisakan dua kiper muda, Kurnia Meiga Hermansyah dan
Aji Saka.
Iswan Karim menjadi jawaban krisis kiper Arema jelang bergulirnya
putaran kedua ISL 2009/10 ketika mantan kiper Persija Jakarta itu mulai
melakoni seleksi di Arema hingga akhirnya menandatangani kontrak bersama
Singo Edan.
Di tim senior Arema, Iswan harus bersaing dengan Kurnia Meiga yang
performanya semakin menanjak dan stabil di bawah mistar gawang Arema dan
menjadi idola baru Aremania menggantikan Markus. Bahkan Kurnia di akhir
musim dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (bukan lagi kiper terbaik) Liga
Super Indonesia 2009/10.
Selain Kurnia Meiga, Iswan juga harus bersaing dengan kiper muda yang
dipromosikan dari tim U-21, Aji Saka, yang beberapa kali masuk line up
sebagai kiper cadangan dan sempat diturunkan di ajang Piala Indonesia.
Awal karir Iswan Karim di Arema memang tidak begitu lancar karena harus
berkutat dengan cedera jari kelingking yang membuatnya kurang maksimal
di bawah arahan pelatih kiper Dwi “Kirun” Sasmianto.
Kualitas kiper kelahiran 28 September 1982 itu sempat dipertanyakan
sejumlah Aremania ketika Arema kebobolan dari PS Mojokerto Putra di
Piala Indonesia. Namun dalam beberapa pertandingan berikutnya Iswan
mampu bermain baik sebelum kembali cedera.
*Momen Terbaik:*
Turut membawa Arema Indonesia lolos ke babak 32 besar Piala Indonesia
2010 setelah mengalahkan Deltras Sidoarjo 1-0
<../2010/04/18/kalahkan-deltras-arema-lolos-penyisihan-grup/> pada derby
Jatim di Stadion Kanjuruhan (17/4).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar